Di Hari Fitri Ini, Coba Mengampuni dan Mohon Maaf!

  

















Pada hari nan fitri ini, selain coba meminta maaf, aku pun berinisiatif untuk coba memaafkan mereka yang (mungkin) sudah membuat aku berada dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini. Aku tahu kalimat tadi terasa bagaimana. Terasa aku seperti sedang meng-halu, tapi aku harus melakukannya. Mungkin karena itulah juga mengampuni terasa sulit dilakukan. Biar bagaimanapun, sebelum yang bersangkutan datang sendiri ke kita, mana kita tahu isi hati seseorang. 

Jika kita mendadak mendatangi seseorang dan bilang, "Aku sudah mengampuni kamu,", digampar mungkin iya. Tidak semua orang suka disalahkan. Meskipun seseorang itu punya kesalahan ke kita, tetap saja kita harus membiarkan orang itu merenung dahulu, barulah timbul yang namanya introspeksi, dan terjadilah maaf-maafan. Mungkin prosedurnya yang benar seperti itu. Salah satu tahap dilewatkan, yang ada kekacauan. 

Begitulah. 

Lebih baik aku maju saja terlebih dahulu untuk minta maaf dan memaafkan (barangkali memang ada orang-orang yang melakukan hal-hal yang membuat kondisi aku seperti sekarang ini). Andai tidak ada, andai pula ini semua memang murni karena kesalahan aku yang terlalu takabur, aku mohon maaf. Namun, jikalau ada, aku coba memaafkan mereka-mereka itu, bahkan sebelum mereka benar-benar mendatangi aku untuk meminta maaf. 

Kenapa aku melakukan hal ini? Sederhana saja, sebab ada yang bilang, jika terasa kusut hidup kita, bisa saja kita sering melakukan kesalahan, atau, bisa saja ada beberapa orang yang sepertinya membuat kusut kondisi kehidupan kita. Untuk membuat yang kusut ini bagus lagi, jalannya itu minta maaf dan coba memaafkan lebih dahulu. 

Maaf, ye, jika pernah ada salah. Maaf juga atas sisi delusional aku ini. Lebih baik menyadari dengan dorongan sesuatu yang delusional daripada tidak sama sekali. 
















Tanpa perlu berlama-lama, sekali lagi aku mohon maaf. Sekali lagi, aku coba memaafkan siapa pun itu yang mungkin membuat aku jengkel, sedih, hingga mengantarkan aku ke tahapan ini. 

Minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat merayakan hari raya Idul Fitri (untuk kalian yang merayakannya). 













Jika membutuhkan hiburan, setiap karyaku bisa dilirik. Setiap fiksimini dan cerpenku akhirnya lolos kurasi pihak Kwikku. Seperti yang ini:

Apakah Harus Berakhir?

Fiksimini ini terilhami dari lagu "Tak Berakhir Sama" yang dipopulerkan oleh Sisca Saras. 

Yang cerpen, ada ini:

Carilah Pelangimu Dahulu

Cerpen itu pernah aku coba kirimkan ke salah satu media, tapi tak ada kejelasan sampai sekarang. Pernah pula aku publikasikan di IMMANUEL's NOTES. Hingga aku posting di Kwikku dengan memperbaiki alur ceritanya. 

Oh, damn, happy April's Fool Day





























Comments

PLACE YOUR AD HERE

PLACE YOUR AD HERE
~ pasang iklan hanya Rp 100.000 per banner per 30 hari ~